Theofilin Bantu Uji Mutu Teh Hitam Ortodox
Theofilin, Bantu Uji Mutu Teh Hitam Orthodox
May 19, 2015
INFOGRAFIS - PROFIL PENDIDIKAN ANGKATAN KERJA - BERANDA INOVASI
Angkatan Kerja Indonesia Didominasi Lulusan Pendidikan Dasar. Bagaimana Dengan Negara Tetangga?
May 21, 2015

Belajar dari (Mantan) Klub-Klub Juara

Champions-League-semi-fin-007

Kita manusia berada di dunia bukan kebetulan, tapi dikirim ke dunia dengan membawa misi. Misi mulia untuk kelola dan pelihara bumi. Kebaikan kita diukur dari kontribusi, seberapa jauh manfaat yang kita tebarkan terhadap bumi dan alam seisinya. Dan untuk itu kita dibekali potensi. Pertanyaannya, bagaimana agar potensi kita terkonversi maksimal berbentuk kontribusi? Bagaimana agar performa kita (sebagai entitas atau organisasi) selalu tinggi?

Kita bisa belajar dari (mantan) klub-klub juara.

Pertama, kita belajar dari mantan klub-klub juara, semisal duo klub bola yang dulu pernah berjaya, duo Milan (AC dan Inter). Dua-duanya pernah hebat. Tapi ketika di puncak kejayaan, mungkin sedikit terlena, sehingga kurang waspada. Ketika klub-klub  lain berbenah, mereka masih andalkan pemain-pemain utama yang semakin menua. Bisa dibilang terlambat regenerasi. Beberapa pemain kunci dijual ke klub lain (Kaka dijual ke Real, belakangan kontrak Pirlo tidak diperpanjang sehingga diambil Juve, dan ternyata Pirlo masih jadi pemain kunci). Pemain baru yang direkrut dan tidak sehebat pemain sebelumnya, integrasi pemain muda dan pemain tua tidak berjalan seperti yang diharapkan. Akhirnya mereka saat ini tidak dalam posisi puncak seperti masa-masa sebelumnya. Ada bahaya yang tidak kita sadari ketika kita dipuji -puji orang sehingga merasa sebagai entitas yang hebat, yaitu terlena dan kurang waspada.

Kedua, kita belajar dari klub-klub juara, klub-klub yang sedang berjaya, semisal duo FCB (Bayern dan Barca) yang akan bertemu di semifinal CL Eropa 2014/2015. Kenapa mereka sering berada di puncak juara? Kuncinya ada di mereka, manajemen yang baik, pelatih yang hebat, modal pemain utama yang bagus, kaderisasi pemain, tradisi dan mental juara, dan support dari lingkungan yang kondusif. Pemain utama diperoleh dari beli pemain bintang yang sudah terbukti, dan sebagian lagi adalah hasil pembinaan sendiri. P embinaan dilakukan melalui akademi sepakbola yang tertata rapi dengan sistem kompetisi di grup umurnya, sampai ada talenta terpilih dan pelan-pelan diintegrasikan ke tim utama. Bayern dan Barca pun tidak selalu berada di puncak, beberapa kali mereka terseok juga. Tapi mereka cepat recovery. Mereka dengan cepat melakukan diagnosa masalah dan dengan cepat melakukan tindakan.

Kita bisa belajar dari mereka, untuk tetap jadi tim juara. Untuk itu kita harus berupaya. Berupaya penuhi prasyarat agar pantas juara. Dan ketika sudah jadi juara, kita tidak boleh terlena. Kalau belum juga juara? Ya terus berupaya. Salam sportif, salam olah raga!

Dr. M. Abdul Kholiq
Dr. M. Abdul Kholiq

Kepala Seksi Pelayanan Technology dan Kerjasama, Balai Teknologi Lingkungan, BPPT

Leave a Reply