Peran Waralaba Nasional Terhadap UMKM di Indonesia
Feb 27, 2013
Sertifikasi Keamanan Pangan Bagi Industri Nasional, Perlukah?
Mar 1, 2013

Belajar dari Korea: Cinta produk Dalam Negeri dari Hulu ke Hilir

koreaSiapa yang tidak mengenal merek-merek terkenal seperti Samsung, KIA, dan Hyundai? Merek-Merek tersebut merupakan produk buatan Korea Selatan. Mobil Hyundai bahkan memenangi North American Car of the Year Award karena dianggap sebagai pendatang baru relatif murah (US$ 40 ribu), yang berhasil menyaingi Lexus, Mercedes dan BMW. Sementara itu produk Samsung Galaxi Tab boleh berbangga diri karena berhasil menjadi tablet Android terlaris. Di Indonesia, penjualannya telah mampu menguasai 71% market share.[1]

Kesuksesan ekonomi Korea Selatan dicapai pada akhir 1980-an ketika PDB berkembang dari rata-rata 8% per tahun (US$2,7 milyar) pada tahun 1962 menjadi US$230 milyar pada 1989.  Jumlah ini kira – kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi-ekonomi menengah di Uni Eropa. Kemajuan ekonomi ini dikenal dengan nama Keajaiban di Sungai Han.[2] Bahkan saat ini pendapatan per kapita Korea Selatan hampir mendekati Amerika Serikat dan Jepang, seperti yang tercatat dalam tabel dibawah ini[3]

tabel1

Jika melihat sejarah yang dialami oleh Korea Selatan, negara ini memulai semuanya dari keterpurukan. Pasca Perang Korea pada tahun 1950-an yang akhirnya memecah Semenanjung Korea menjadi dua Negara dengan ideologi yang saling berseberangan, Korea Selatan harus menggantungkan dirinya pada pinjaman hutang Amerika Serikat untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.[4] Baru pada awal periode 1960-an Korea Selatan mulai membangun industrinya dari industri pengolahan biji besi, tungsten dan bahan baku sutra yang tidak memiliki nilai tambah tinggi. Namun sejak 1970-an mulai berkembang sektor-sektor industri baru yang berorientasi ekspor seperti tekstil, petrokimia, garmen, dan kayu lapis.[5] 

Tahun 1980-an Korea Selatan mulai merubah orientasi industrinya menjadi berbasis pengetahuan (knowledge based economy). Sehingga pasca krisis Indonesia di tahun 1997 mulai bermunculan produk-produk berinovasi tinggi dari Negara Gingseng ini. Ekonomi berbasis pengetahuan ini dijalankan oleh pemerintah Korea Selatan dengan menggandeng kemitraan strategis antara pemerintah, bisnis dan perguruan tinggi. Atau yang dikenal dengan istilah triple helix. World Bank (2012) [6] mencatat, Korea Selatan dan Finlandia  menjadi salah satu Negara yang berhasil menjalankan konsep ekonomi berbasis pengetahuan dalam pembangunan nasionalnya. Hal ini seperti yang tertera pada tabel dibawah ini.

gambar-1

Kebijakan yang diterapkan oleh Korea Selatan untuk membangun perekonomiannya yang berbasis pengetahuan telah mengantarkan produk-produk industri yang dihasilkan mempunyai daya saing tinggi. Memiliki produk yang diakui secara internasional merupakan kebanggaan tersendiri bagi rakyat Korea Selatan. Terlebih mereka juga memiliki kecintaan terhadap produk-produk lokal. Maka tak heran jika produk dalam negeri dipakai oleh penduduk lokal banyak dijumpai di Korea Selatan.[7]

Beginilah bangsa Korea membangun negaranya. Mencintai produk dalam negeri dari hulu hingga hilir, yakni menciptakan kualitas produk yang inovatif dan berdaya saing serta tidak malu untuk menggunakannya sendiri. Semoga bangsa Indonesia bisa belajar dari kesuksesan Korea Selatan ini. (NI)

Sumber:

1. Oak Kim, Myung, Sam Jaffe. 2010. The New Korea – An Inside Look at South Korea’s Economic Rise. American Management Association. Diunduh dari http://swa.co.id/business-strategy/menelisik-keajaiban-ekonomi-korea

2. http://id.wikipedia.org/wiki/Korea_Selatan

3. Oak Kim, Myung, Sam Jaffe. 2010. The New Korea – An Inside Look at South Korea’s Economic Rise. American Management Association. Diunduh dari http://swa.co.id/business-strategy/menelisik-keajaiban-ekonomi-korea

4. http://repository.upi.edu/operator/upload/s_sej_060595_chapter1.pdf

5. Wibowo, Wahyudi. 2012. Universitas Riset dan Daya Saing Bangsa: Menilik pengalaman Korea Selatan. http://www.dikti.go.id/?p=1330&lang=id

6. http://www.sbm.itb.ac.id/membangun-ekonomi-indonesia-yang-berkelanjutan-dengan-ekonomi-berbasis-pengetahuan.html

7. Lihat http://nusantaranews.wordpress.com/2009/12/21/belajar-dari-korea-selatan-angka-angka-fantastis-industri-ekonomi/

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply