Memahami ‘Sociopreneur’ Lebih Dalam (Bagian I)
Sep 3, 2015
70 Tahun Perjalanan MIGAS Indonesia
Sep 10, 2015

Bahan Bakar Gas: Berani atau Krisis ?

Bahan-Bakar-Gas(1)Idealnya, penggunaan Bahan Bakar gas (BBG)  dimulai dari bidang transportasi untuk angkutan barang dan sarana transportasi massal kemudian diikuti penggunaan pabrikan. Dengan cara itu, efisiensi yang diperoleh dari penghematan bahan bakar minyak kemudian dapat diinvestasikan kembali untuk tujuan peningkatan kualitas produk maupun layanan publik.  Gerakan massal untuk penggunaan gas sebagai sumber energi memang sudah saatnya untuk dilakukan agar kemanfaatan optimal dari konversi energi dapat diperoleh.

Ironisnya, dalam bidang transportasi upaya ekstra sangat dibutuhkan untuk mendorong agar masyarakat beralih dari penggunaan moda transportasi pribadi ke moda transportasi publik. Terdapat tiga alasan pokok terkait dengan hal ini, yaitu: (1) besaran ongkos yang ditetapkan untuk jarak tempuh, (2) jangkauan rute yang ditawarkan oleh penyedia jasa transportasi publik dan (3)  keamanan penumpang pada rute-rute yang dilalui sarana transportasi publik. Keterbatasan pada ketiga hal tersebut menjadi pertimbangan tersendiri mengapa masyarakat masih merasa nyaman dengan menggunakan kendaraan pribadi untuk mendukung aktivitas kesehariannya.

Memang, keraguan masyarakat mengenai aspek keamanan dan keselamatan dalam penggunaan gas sebagai sumber energi masih saja terjadi. Problema kritis penyimpanan gas secara konvensional terletak pada proses dari tahap pencairan gas alam (Liquid Natural Gas) menjadi gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas) yang membutuhkan tingkat kompresi yang tinggi dan biaya serta risiko yang tinggi pula.  Selain itu, penyimpanan BBG ke dalam tangki konvensional juga membutuhkan volume yang besar dan tempat atau wadah yang tidak fleksibel dalam penempatannya. Faktor ini yang kemudian dinilai cukup berisiko dari segi operasional dan bisa memunculkan kompleksitas tersendiri apabila diterapkan untuk keperluan kendaraan bermotor.  Oleh karena itu, upaya untuk mendapatkan solusi dapat dilakukan melalui proses inovasi teknologi yang efisien dan aman merupakan sebuah keharusan.

Beranda MITI Artikel Energi Bahan Bakar Gas, Berani apa Krisis ?

Sistematika secara umum proses distribusi gas ( Peter Pospiech)

Inovasi yang dilakukan peneliti lokal dengan meluncurkan tempat penyimpanan gas yang futuristik diharapkan mampu merubah pandangan mengenai BBG. Tantangannya adalah bagaimana hasil inovasi yang dimaksud diyakini mampu menghemat biaya dan aman dalam pemakaian karena tidak memerlukan tangki yang tebal, aman, dan fleksibel penempatannya di kendaraan.  Proses penyimpanan juga dilakukan menggunakan system cartridge untuk menempatkan karbon cetak yang dipasang didalamnya. Adsorptive storage semacam itu pada dasarnya adalah jaringan pori berbahan polimer yang berukuran nanometer mampu dipergunakan untuk menyerap dan mengakumulasikan molekul gas di dalam tabung penyimpannya.  Dengan pengaturan kapasistas dan luasan yang ada, maka sistem yang dikembangkan itu mampu menyimpan gas metana dengan jumlah dan volume yang sama namun tekanan hanya 30-40 bar.  Inovasi yang dihasilkan tersebut mampu mendapatkan tekanan yang jauh lebih rendah, penggunaan material lebih ekonomis, dan dinilai aman dibanding model penyimpanan gas metana yang selama ini dilakukan dalam bentuk compressed natural gas dengan tekanan yang mencapai 200 bar. Semakin berkembangnya teknologi dan kebutuhan energi akan tranportasi tidak ada pilihan lain kecuali memanfaatkan BBG.

Referensi :

2013.Peter Pospiech.Liquefied Natural Gas (LNG) as engine fuel?.

Leave a Reply