Mari Mengenal Kopi Indonesia
Apr 2, 2016
Jangan Lagi Ada Selfie (Maut) Diantara Kita!
Apr 5, 2016

Bagaimanakah Seharusnya Peran Orangtua untuk Anaknya dalam Keluarga?

Sumber Ilustrasi: galamedianews.com

Sumber Ilustrasi: galamedianews.com

Sumber Ilustrasi: galamedianews.com

Keluarga adalah sebuah bahtera kehidupan yang didalamnya terdiri ayah, ibu, dan anak. Ayah sebagai kepala keluarga, ibu sebagai kepala pendidik anak, dan anak sebagai cerminan orang tuanya. Keberadaan orang tua dan anak menjadi sebuah keluarga, dan keluarga sebagai tempat terindah bagi orang tua dan anak ketika sekembalinya dari kegiatan di luar rumah.

Terkadang, keluarga menjadi tempat angker dan menakutkan bagi sebagian anak. Rasa takut, khawatir, dan dimarahi oleh orang tua selalu menghantui. Anak-anak seperti ini, cenderung enggan untuk berterus terang kepada orang tua, dan sebaliknya ketika orang tua over protective terhadap anak, akan meningkatkan sifat bohong pada sang anak. Disinilah letak permasalahan saat ini, saat orang tua sibuk mencari nafkah untuk keluarga, hingga terlantarnya anak-anak. Seolah orang tua dengan menyukupi anak dengan materi yang diperolehnya, seakan cukup sebagai perhatiannya.

Padahal, anak butuh kasih sayang dari orang tuanya. Harga mahal saat kasih sayang tidak di dapat dari keluarga, anak mencari pelampiasan, hingga terjerumus ke pergaulan bebas, seperti penyalahgunaan narkoba, seks berisiko (seks bebas), dan hingga melakukan tindak kriminal.

Pertanyaannya, siapakah sebenarnya yang patut disalahkan dalam kenakalan anak?

Keluarga mengambil peran cukup penting, kenalan anak bukan hanya dari lingkungannya saja, tetapi dari lingkungan keluarga yang belum harmonis bagi sang anak juga sangat mempengaruhinya. Psikis dan mental anak terganggu, mungkin dikarenakan orang tua lupa untuk memberikan kasih sayang kepada anaknya. Alangkah baiknya orang tua interospeksi diri untuk anak-anaknya, anak bukan tempat kesalahan atau pelampiasan dari ego orang tuanya. Ingatlah, bahwa anak merupakan cerminan dari didikan dan sifat atau akhlak dari orang tuanya. Nama baik keluarga dipertaruhkan, saat anak selalu menjadi kambing hitam dari pergaulannya. Sepatutnya, orang tua meredam ego kepada Tuhan Yang Maha Esa terlebih dahulu, karena kembali kepada-Nya merupakan jalan terbaik dalam permasalahan keluarga.

Zaman globalisasi seperti sekarang, menuntut orang tua untuk lebih membuka mata, bahwa zaman telah berubah tak seperti zaman Siti Nurbaya. Anak yang hidup di era globaliasasi, lebih cerdas dan pandai dalam mendapatkan informasi apapun, baik itu yang positif atau negatif. Disinilah letak dari inti keberadaan orang tua di era persaingan bebas, sudah bukan zamannya orang tua otoriter, mengekang, apalagi over protective kepada anaknya. Anak saat ini, idealnya memimpikan orang tua yang toleran, menghormati, dan menghargai buah pikiran, keputusan, dan rasa diakui dalam keluarga. Orang tua harus bermetamorfosis dapat menjadi sahabat bagi anak-anaknya. Tak melulu orang tua gila hormat dari anaknya, melainkan orang tua menjelma bak sahabat atau teman dekat bagi anaknya.

Orang tua-pun dapat pula menjadi mentor bagi anaknya, dengan memberikan contoh nyata bukan omongan nasehat yang boleh dikatakan omdo (omong doang), yang hanya bisa suruh menyuruh anaknya saja. Buktikan bahwa orang tua menjadi teladan utama bagi anaknya dalam keluarga. Jalin komunikasi yang harmonis ke anak, rutin atau terjadwal untuk saling curhat, baik dari orang tua atau anak agar terjalin kehangatan emosional diantara anggota keluarga.

Dengan adanya kasih sayang dalam keluarga, kekurangan hubungan diantara orang tua dan anak dapat dikoreksi dan diperbaiki agar lebih baik. Materi memang pada dasarnya penting, tapi kasih sayang orang tua yang diberikan ke anak, itu jauh lebih berharga bagi anak. Ketika komunikasi terjalin baik, tentu anak akan berpikir ulang untuk bertindak negatif. Bahkan, saat anak dan orang tua menjadi kepompong lalu menjadi kupu-kupu yang indah, anak tak akan mengecewakan orang tuanya, malahan anak bangga mempunyai orang tua seperti itu.

Maka dari itu, orang tua dan anak harus saling respect, support, memiliki, dan mendoakan. Tiap anggota keluarga harus berinterospeksi diri kepada Tuhan Semesta Alam, untuk selalu mendahulukan-Nya dalam tiap langkah kehidupan. Tanpa ridho Ilahi, semua yang akan kita lakukan tak bermanfaat dikemudian hari. Perkuat rasa iman dan takwa kepada Sang Kholik untuk keselamatan dunia dan akhirat keluarga. Amiiinnn.

Ekha Rifki Fauzi
Ekha Rifki Fauzi
Travelling, Blood Donor, and Interesting to study HIV-AIDS

Leave a Reply