Aplikasi Bioflok untuk Perikanan yang Berkelanjutan
Dec 24, 2013
Peranan Sustainability Accounting Report dalam Pembangunan Berkelanjutan: Analisis Keselarasan Interaksi Ekonomi terhadap Ekologi
Dec 27, 2013

Aplikasi Tambak Silvofishery untuk Keselarasan Ekologi Perairan Tambak

Keselarasan ekologi merupakan masalah lingkungan yang perlu mendapat perhatian lebih karena menyangkut keberlangsungan hidup yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek kehidupan. Keberlangsungan hidup yang kompleks dapat dilihat dari beberapa parameter antara lain parameter tingkat biodiversitas (keanekaragaman). Hal itu dapat diwujudkan ketika lingkungan menyediakan habitat yang masih lestari. Sehingga diperlukan  implementasi sistem pembangunan yang berbasis sustainable ecology. Salah satu teknologi yang mengacu pada prinsip tersebut adalah dengan menerapkan sistem tambak Silvofishery.

200247639-001

Sumber ilustrasi: gettyimages.com

Silvofishery atau yang sering disebut dengan Wanamina merupakan  suatu pola agroforesti yang memadukan antara mangrove dengan tambak yang diwujudkan dalam bentuk sistem budidaya perikanan. Ada beberapa tipe  tambak silvofishery yang sudah diterapkan antara lain tambak silvofishery model empang parit, komplangan, tanggul dan model jalur. Pada tambak model empang parit lahan untuk hutan bakau dan empang masih menjadi satu hamparan yang diatur oleh satu pintu air. Pada  model komplangan, lahan untuk hutan mangrove dan empang terpisah dalam dua hamparan yang diatur oleh saluran air dengan dua pintu yang terpisah untuk hutan mangrove dan empang.

Selanjutnya adalah wanamina model jalur yang merupakan hasil modifikasi dari tambak wanamina model empang parit dengan penambahan saluran-saluran di bagian tengah yang berfungsi sebagai empang. Sedangkan untuk tambak model tanggul, hutan mangrove hanya terdapat di sekeliling tanggul. Sedangkan pada  tipe jalur atau model kao-kao ini mangrove ditanam pada guludan-guludan. Selain melibatkan mangrove, tambak silvofishery yang berbasis polikultur juga telah diterapkan yaitu dengan melibatkan peran rumput laut misalnya dari jenis Sargassum sp yang menghasilkan dua keuntungan sekaligus yaitu keuntungan ekologis dan keuntungan ekonomis.

Menurut WCED (1987) pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengabaikan kemampuan generasi yang akan datang dalam memenuhi kebutuhannya. Dengan melibatkan mangrove dalam sistem tambak, tentunya akan memberikan manfaat yang lebih untuk lingkungan baik itu dari segi ekologi maupun dari segi ekonomi. Dari segi ekologi, mangrove memiliki peran yang kompleks terutama sebagai nursery ground, feeding ground dan spawning ground.Artinya,mangrove berperan penting sebagai penyedia habitat yang baik bagi ekosistem perairan yang kompleks untuk mempertahankan kelestarian jenisnya baik itu bagi biota terestrial maupun biota akuatik sehingga secara tidak langsung ekosistem mangrove  berperan penting  dalam menjaga tingkat kelestarian biota endemik pesisir tersebut. Selain itu, mangrove juga berperan sebagai penyumbang nutrien sebab serasah mangrove yang telah jatuh dan membusuk menjadi penyumbang siklus biogeokimia terutama siklus nitrogen yang berperan penting bagi pertumbuhan tumbuhan.

Dari segi perlindungan, ekosistem mangrove memiliki peran yang penting sebagai perisai pantai karena dapat mencegah intrusi air laut ke dalam ekosistem tambak serta dapat meredam gelombang sehingga dapat mempertahankan bentuk dari tambak itu sendiri. Bahkan, beberapa jenis mangrove contohnya dari jenis Pandanus sp dapat menyerap limbah (pencemaran) dari logam toksik sehingga dapat menjaga kualitas air. Sedangkan dari segi ekonomi,sistem Silvofishery juga memberikan keuntungan yang lebih khususnya dalam masalah produktivitas perikanan tambak  yang maksimal karena ikan akan cenderung lebih cepat tumbuh besar dengan pasokan nutrien yang terjaga.

Dengan mempertimbangkan beberapa keuntungan sistem tambak silvofishery di atas, maka pemanfaatan sumberdaya perikanan berkelanjutan yang berprinsip pada perpaduan antara pengelolaan sumberdaya dan pemanfaatan dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya dalam jangka panjang sebagaimana tercantum dalam code of conduct for responsible fisheries  dapat diwujudkan. Kemudian, yang terpenting adalah konservasi mangrove tetap terjaga demi kelestarian ekosistem mangrove yang ada di Indonesia. 

Nuriyati

Mahasiswa Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Referensi

Azmita,anggi.2013.Keanekaragaman Makrozoobenthos di Ekosistem Mangrove Silvofishery dan Mangrove Alami Kawasan Ekowisata Pantai boe Kecamatan Galesong kabupaten Takalar.Makassar:Universitas Hasanuddin

Gunawan,hendra,dkk.2007. Status ekologis silvofishery pola empang parit di bagian pemangkuan hutan ciasem pamanukan, kesatuan pemangkuan hutan purwakarta. Vol. IV No. :429-439

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply