Mengubah lahan kritis menjadi kilang minyak dengan Jarak
Jul 16, 2013
Potensi Energi Geothermal untuk Kesejahteraan Bangsa
Jul 18, 2013

Analisis Industri Coal Bed Methane (CBM) sebagai Energi Alternatif di Indonesia

RefineryIndonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam baik untuk dijadikan energi alternatif maupun energi baru terbarukan.Tentunya hal ini akan menjadi kesempatan bagus untuk pemerintah Indonesia dalam program konversi dari fosil ke alternatif maupun terbarukan. Salah satu energi alternatif yang dimiliki indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan karena cadangan yang besar adalah Coal Bed Methane (CBM).  CBM adalah energi baru yang berpotensi dan mempunyai cadangan besar di Indonesia sehingga eksploitasi sangat diperlukan untuk mendukung pengurangan energi fosil ke alternatif. Untuk jangka kedepan, energi ini harus di kembangkan tentunya dibutuhkan dana dan teknologi yang besar.

Potensi cadangan energi CBM di Indonesia belum di tanggapi secara serius oleh pemerintah. Hal ini terbukti belum adanya regulasi secara khusus yang membahas tentang bisnis dari pengembangan CBM. Tentunya ini menjadi rekomendasi bagi pemerintah untuk segera menerbitkan regulasi tentang tata cara investasi CBM di Indonesia sehingga ada kepastian bagi investor. Keekonomian dalam eksploitasi CBM, termasuk resiko investasi dan waktu yang cukup lama  untuk mencapai produksi yang sangat komersial, akan menyebabkan pengusaha lebih cenderung pada bentuk kontrak bukan productoin sharing seperti yang berlaku pada industri minyak dan gas saat ini. Sehingga ini akan menjadi bahan pertimbangan sendiri bagi pemerintah.

Faktor-faktor utama yang berpengaruh terhadap aspek perhitungan CBM adalah pemboran sumur, peralatan produksi dan pipa serta perkembangan harga pasar internasional. Industri CBM adalah kapital intensif yang membutuhkan waktu lama untuk return on capital investasi proyek.Sehingga pemerintah bisa memberikan kepada investor cost recovery pada industri CBM . Faktor mikro lainnya yang berpengaruh adalah biaya pembebasan tanah, eksplorasi pendahuluan, tes pilot, insfrastruktur permukaan, biaya pengembangan komersial, kewajiban reklamasi, ahli dan pelatihan serta litbang teknologi.

Pada  faktor utama yaitu ada biaya pengeboran sumur dimana didalamnya dilakukan analisis core dan pemboran per sumur untuk penelitian pengambilan data. Selain itu terdapat biaya komponen-komponen dalam pemboran seperti flow line, biaya transportasi dan biaya pompa PCP nya. Pada biaya peralatan produksi dan pemasangan pipa dilakukan pengambilan data gas yang bertekanan rendah dan kompresor untuk stasiun. Pemisahan gas dan air juga diperlukan dana yang cukup besar pada pipa. Sedangkan pada kompresor sendiri membutuhkan dana investasi untuk penjualan gas dan biaya tambahan pipa untuk penyaluran gas ke masyarakat melewati pipa.

Selain adanya biaya diatas terdapat biaya operasi yang terdiri dari pemeliharaan sumur yang ada, biaya produksi, unit pemrosesan , penanganan air dan kompresi maupun transportasi gas. Indonesia memiliki sumber daya (resources) yang sangat besar yaitu sebesar 453 TCF. Namun untuk menjadikan sumber daya ini menjadi cadangan (reserves) dan akhirnya produksi diperlukan kerja keras dan kerjasama semua pihak terkait. Perkembangan CBM di Indonesia cukup bagus dengan adanya lebih dari 40 KKKS dan sebagian dari mereka telah aktif dalam eksplorasi, appraisal dan dewatering program. Bisnis CBM merupakan bisnis yang padat modal terutama dikarenakan adanya produksi air di awal dan diperlukan pengangkatan buatan (artificial lift) serta pemrosesan air terproduksi. Disamping itu ada kendala pembebasan lahan dan persiapan lokasi sumur. Hal ini yang membuat diperlukannya usaha terus menerus untuk menurunkan biaya dan dengan dukungan pemerintah sehingga CBM menjadi lebih kompetitif. Dengan permintaan energi yang tinggi dan harga minyak yang naik tentunya minat terhadap CBM juga akan meningkat.

Dalam industri CBM ini banyak terdapat nilai bisnis seperti halnya dalam industri minyak dan gas bumi sehingga industri ini sangat berpotensi untuk dikembangan dan mendatangkan banyak investor. Pemerintah harus serius mengembangkan energi unconvensional ini dengan cara membuat regulasi yang pasti tentang tata kelola industri CBM. Sehingga ini akan meningkatkan nilai pendapatan negara dan mendatangkan banyak investor untuk mengolah sumber daya alam terutama CBM.

Oleh : Nur Aziz Ribowo, Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Geofisika, UGM

Sumber :

Buletin Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia. 2012. Keempat Kalinya, IATMI Selenggarakan Konferensi IndoCBM . Volume 2 – Maret/April 2012.

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply