Infografis Beranda Inovasi Hutang Negara-Negara ASEAN
Setiap Bayi Lahir di Indonesia Harus Menanggung US$ 901 Hutang Negara
May 28, 2015
Hari Tanpa Tembakau Sedunia Itu Keliru, Ini Alasannya
Hari Tanpa Tembakau Sedunia Itu Keliru, Ini Alasannya
Jun 1, 2015

Alat Ini Hasilkan Listrik dari Sampah

Alat Ini Hasilkan Listrik dari Sampah

Alat Ini Hasilkan Listrik dari SampahSampah senantiasa menjadi momok menakutkan. Meskipun beberapa di antaranya, yang tergolong sampah organik, dapat dimanfaatkan untuk kompos, biogas, serta pupuk cair. Sementara sampah anorganik berupa plastik, kaleng, dan kaca mesti di daur ulang. Jika tidak, sampah jenis ini memerlukan waktu lama untuk terdegradasi. Bahkan beberapa sampah medis maupun rumah tangga harus dimusnahkan agar tidak menyebarkan penyakit ke lingkungan.

Pentingnya upaya penanganan sampah menjadi permasalahan sendiri. Pasalnya, volume sampah kian meningkat dari waktu ke waktu, sementara lahan yang digunakan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kian merosot. Alhasil, sistem pembakaran menjadi metode pengurangan volume sampah yang kerap dipilih.

Salah satu sistem pembakaran yang aman adalah dengan menggunakan incinerator. Incinerator merupakan alat pembakaran sampah dengan suhu tinggi secara tertutup. Penggunaannya selain dapat mengurangi dampak negatif proses pembakaran seperti: asap, bau, serta radiasi panas, juga membuka kemungkinan pemanfaatan energi panas hasil pembakaran tersebut. Sampai kini, panas yang dihasilkan melalui pembakaran di dalam incinerator belum termanfaatkan.

Dari permasalahan itu Muhammad Shopia Ramdhan bersama keempat rekannya yaitu Bayu Wicaksana, Holil, Irpan Maulana dan Andriyana tergerak menciptakan alat penghasil listrik dengan memanfaatkan panas pembakaran sampah di dalam incinerator.

“Alat ini kami diberi nama Stigen. Stigen hadir sebagai upaya mengurangi volume sampah dan penghasil energi listrik alternatif,” ujar Ramdhan selaku ketua tim yang beranggotakan mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem Institut Pertanian Bogor ini.

Stigen dilengkapi dengan unit stirling engine. Stirling engine berperan sebagai mesin yang memanfaatkan panas sebagai sumber energinya, menyerupai mekanisme mesin uap. Panas tersebut menghasilkan kompresi fluida akibat pemuaian.

Adanya kompresi fluida akan menggerakkan bagian piston secara bolak balik (translasi). Gerakan translasi ini lalu diubah ke dalam bentuk putaran (rotasi) menggunakan flywheel. Sementara itu, untuk mengubah energi gerak rotasi menjadi energi listrik, Stigen dilengkapi unit generator.

“Sederhananya, Stigen bekerja dengan mengubah energi panas hasil pembakaran di dalam incinerator menjadi energi gerak dengan stirling engine. Energi gerak tersebut dikonversi menjadi energi listrik menggunakan generator. Sehingga selain dapat mengurangi volume sampah juga dapat menghasilkan listrik untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Ramdhan kemudian.

Alat Ini Hasilkan Listrik dari Sampah

David Pratama
David Pratama

Mahasiswa tingkat akhir Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB. Aktif menulis jurnalistik dan sastra.

1 Comment

  1. Debi Kris says:

    Untuk stirling engine itu sendiri,bisa bergerak setelah menerima suhu minimal berapa derajat mas,

Leave a Reply