Polemik Tanaman Transgenik (Bagian 2)
May 12, 2015
Beranda MITI Artikel Siapkah (Masyarakat) Indonesia Dengan Nuklir ?
Siapkah (Masyarakat) Indonesia dengan Nuklir?
May 15, 2015

Akuarium Pintar untuk Si Pencinta Ikan Hias

Akuarium Pintar untuk Si Pencinta Ikan Hias

Akuarium Pintar untuk Si Pecinta Ikan HiasPemeliharaan ikan hias sudah menjadi hobi tersendiri bagi banyak kalangan. Corak warna yang beragam dipadu dengan bentuk tubuh yang menggemaskan dari ikan hias sering kali memancing decak kagum. Bahkan, tak sedikit yang ‘tergila-gila’ dengannya. Hal ini membuat ikan hias memiliki prospek cemerlang untuk dikembangkan menjadi unit usaha. Hanya saja, keterbatasan pengusaha ikan dalam hal jumlah pegawai, dan juga perawatan ikan secara presisi sering menjadi kendala. Padahal pemberian pakan pada ikan hias sangat sensitif.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Muhammad Muzzakir mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem IPB membentuk tim yang beranggotakan Erlan Sugriat Sonjaya, Avicienna Ul-Haq, M. Shopia Ramdhan, serta Hami Wahyu. Bersama dengan timnya, Muzzakir menggagas suatu desain akuarium ‘pintar’.

Akuarium yang dilabeli nama Gurza Smartquarium ini dikatakan pintar karena dilengkapi komponen penjatah makan dan penguras air otomatis. “Kami berharap ini bisa menjadi solusi praktis dan efektif bagi para pengusaha ikan hias,” ujar lelaki keturunan Makassar ini.

Tak seperti akuarium umumnya, Gurza Smartquarium menggunakan mikrokontroler berbasis ATmega2560 (Arduino Mega R3) sebagai kontroler utama, dan antarmuka terdiri dari LCD display 16 x 4 dan Keypad matriks 4 x 4. “Terdapat dua komponen kerja utama pada unit ini yaitu sistem penjatah pakan dan sistem penguras air,” jelas Muzzakir.

Sistem penjatahan pakan dengan menggunakan moto rc servo sebagai aktuator, dan modul RTC DS1307 digunakan sebagai pewaktu. Data penjadwalan pertama-tama diinput melalui panel kontrol. Data yang telah diperoleh selanjutnya disimpan dalam memori mikrokontroler. Mikrokontroler akan menunggu hingga data waktu penjadwalan cocok dengan data waktu dari modul RTC. Saat kedua data cocok maka mikrokontroler akan memerintahkan motor servo untuk bergerak membuka katup penampung pakan. Pemberian pakan akan berlangsung selama rentang waktu tertentu sampai mikrokontroler memerintahkan kembali motor servo untuk menutup katup penampung pakan.

Sementara itu, sistem pengurasan air bekerja berdasarkan parameter pH dan kekeruhan air. Nilai pH air didapatkan dari output sensor pH, sedangkan nilai kekeruhan air didapatkan menggunakan alat ukur berupa rangkaian fotodioda dan infared yang dihubungkan dengan mikrokontroler.

Proses pengurasan akan terjadi saat sensor pH ataupun rangkaian photointerrupter telah mendeteksi nilai yang lebih tinggi dari batas setpoint-nya. Mikrokontroler akan mengirimkan sinyal HIGH menuju masing-masing relay dari pompa. Konfigurasi kedua relay diatur sebagai NC (Normally Close) sehingga saat relay diberi sinyal HIGH maka arus akan mengalir menuju solenoid valve dan juga pompa. Saat solenoid valve diberikan daya, katup didalam solenoid valve akan terbuka dan menyebabkan air dapat mengalir dari kran sumber menuju akuarium. Pada saat yang bersamaan air dalam akuarium akan dihisap keluar oleh pompa. Sensor jarak akan digunakan untuk mengatur ketinggian air pada akuarium.

“Kami yakin, pemberian pakan dan pergantian air secara otomatis ini dapat membantu pengusaha ikan hias dalam pemeliharaan ikan dengan lebih ekonomis, praktis, efisien, serta presisi,” ungkap Muzzakir yang disambut anggukan kepala dari rekan timnya. Gurza Smartquarium sendiri saat ini tengah dalam proses manufaktur.

Akuarium Pintar untuk Si Pecinta Ikan Hias

David Pratama
David Pratama

Mahasiswa tingkat akhir Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB. Aktif menulis jurnalistik dan sastra.

Leave a Reply