Menjadi Entrepreneur
Jan 8, 2015
Mimpi Universitas Riset dan SPP Mahasiswa S3
Jan 15, 2015

8 Alasan Tiket Pesawat Bisa Dijual Murah

Model pesawat Airbus yang sering digunakan oleh maskapai LCC

Model pesawat Airbus yang sering digunakan oleh maskapai LCC

Model pesawat Airbus yang sering digunakan oleh maskapai LCC

Awal tahun 2015 dengan kabinet baru membuat banyak kejutan kepada masyarakat. Setelah penaikan tarif dasar listrik, pencabutan subsidi BBM jenis premium, euforia turunnya harga BBM yang dipengaruhi pasar minyak dunia, pelepasan regulasi penentuan harga BBM dalam negeri oleh pasar, kini isu yang santer berkembang adalah penetapan tarif batas bawah untuk maskapai berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempertimbangkan pengaruh harga tiket yang murah terhadap faktor keselamatan penerbangan. Kemenhub berdalih bahwa persaingan harga berpotensi memicu maskapai penerbangan mengabaikan faktor keselamatan selama perjalanan. Peraturan penetapan tarif batas bawah direncanakan sebesar 40% dari tarif batas atas. Selamat tinggal tiket pesawat Rp 99.000,00.

Kebijakan yang dinyatakan oleh Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan, ini menuai banyak kritik dari masyarakat. Tak hanya itu, rekan sejawat di pemerintahanpun ikut mengkritisi aksi reaktif akan kasus kecelakaan Air Asia QZ8501 oleh mantan Direktur Utama PT KAI tersebut. Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menyatakan bahwa penetapan tarif batas bawah tidak bisa menjadi penyelesaian masalah. Seharusnya regulasi yang akan ditetapkan mengatur standar keselamatan dan ketaatan hukum. Harga murah tiket pesawat menurutnya mampu menaikkan kegiatan perekonomian rakyat. Asal murah yang penting aman!

Mengapa Bisa Murah?

Sahabat Beranda tentu bertanya-tanya mengapa tiket pesawat bisa sangat murah? Hasil diskusi yang dipaparkan oleh Aradhysta Svarnabhumi, salah satu pengamat manajemen maskapai Air Asia, ada tujuh alasan yang membuat tiket penerbangan menjadi lebih murah.

Pertama, seat density yang tinggi tanpa ruangan untuk kelas bisnis membuat pesawat dapat menampung lebih banyak orang dan seat capacity dengan single class cabin membuat flight attendant (FA) atau kru pesawat dapat lebih mudah dan efisien dalam bekerja.

Kedua, penerbangan dilakukan dengan fast turnarounds. Perpindahan pekerjaan antara landing  dan redeparture  dilakukan dalam waktu 25 menit. Pembersihan kabin dilakukan sendiri oleh FA tanpa jasa cleaner officer seperti maskapai lain yang berarti mengurangi biaya tambahan penerbangan.

 Ketiga, penerbangan dilakukan dengan direct flight point to point. Semua keberangkatan adalah main hub sehingga pesawat seperti shuttle yang mengantarkan penumpang dari satu titik ke titik lain. Metode ini dapat mengurangi biaya penerbangan karena tidak ada waktu tunggu seperti untuk round over night (RON). Tidak diperlukan biaya untuk hotel dan pelayanan istirahat kru pesawat. Rute point to point biasanya memakan waktu di bawah tiga jam. Lain halnya dengan maskapai penerbangan dengan biaya tinggi yang menyediakan hotel dan fasilitas menginap untuk kru. Maskapai LCC biasanya mengatur jadwal terbang sedemikian rupa hingga kru pesawat akan pulang kembali ke kota asal dan disilakan beristirahat di rumah atau mess yang disediakan. Apakah pilot akan kelelahan? Jawabannya tidak. Peraturan yang menyebutkan bahwa pilot tidak boleh terbang lebih dari delapan jam per hari masih tetap dihiraukan. Maskapai LCC hanya mengudara pada jarak dekat dan pilot ditugaskan dua atau tiga kali penerbangan setiap hari. Pilot malah lebih lelah jika melakukan penerbangan jarak jauh.

Keempat, penerbangan dilakukan menuju smaller airport. Ini berarti fasilitas bandara yang digunakan ditekan seminimal mungkin. Seperti penggunaan garbarata yang lebih mahal dari tangga tidak digunakan oleh pihak maskapai. Penumpang disilakan untuk masuk ke pesawat dengan jalan kaki dan menaiki tangga yang lebih murah.

Kelima, penjualan tiket dilakukan secara langsung melalui platform online. Metode penjualan seperti ini jelas mengurangi biaya untuk counter penjualan yang menggunakan biaya sewa dan pegawai yang digaji. Tiket dikirim melalui surat elektronik dan penumpang didorong untuk mencetak sendiri

Keenam, LCC menggunakan sistem no frills. Penumpang membeli apa yang ingin mereka beli. Bagasi dibayarkan secara terpisah, tanpa makan, seat arrangement, dan layanan tambahan lain memerlukan biaya tambahan dan menjadi beban tanggungan penumpang. Pemesanan layanan tambahan ini dilakukan secara online dan pre-order, sehingga pelayananpun dilakukan sesuai pesanan. Inflight entertainment juga berpengaruh pada biaya pesawat, sehingga maskapai LCC yang tidak memberikan layanan hiburan ketika penerbangan akan menghemat biaya.

Ketujuh, pemberian sallary untuk sejumlah karyawan. Efisiensi karyawan terutama kru kabin yang harus melakukan banyak hal sekaligus, groundstaff multifungsi, dan efektifitas lini bisnis adalah poin kunci mengapa penghematan bisa dilakukan pada maskapai LCC. Banyak efisiensi dilakukan oleh maskapai LCC sehingga mereka dapat memberikan harga tiket yang murah dan bersaing.

Kedelapan, penggunaan single type of aircraft. Penggunaan satu jenis pesawat yaitu Airbus merupakan kemudahan bagi tim HR untuk melakukan pelatihan bagi pilot dan kru kabin. Tidak ada biaya dan waktu tambahan lain untuk melatih kru pesawat dengan jenis alat latih yang berbeda. artinya no additon cost untuk berbagai jenis alat latih yg berbeda. Penyesuaian dengan armada baru tidak diperlukan.

Tak Masalah Harga Tiket Murah

Bagi masyarakat Indonesia maupun mancanegara, mendapatkan tiket penerbangan murah merupakan hal yang dapat membantu dalam usaha bisnis atau bahkan liburan mereka. Tak bisa dipungkiri bila adanya tiket penerbangan murah dapat menjadi salah satu pendorong perputaran roda ekonomi dalam negeri. Melihat pengalaman sebelumnya, memang kecelakaan kerap terjadi pada maskapai LCC yang memberikan harga penerbangan murah. Namun apakah harga tiket menjadi masalah? Jawabannya tentu saja tidak. setelah adanya paparan di atas mengenai alasan mengapa maskapai LCC bisa memberikan tanggungan biaya murah, yang menjadi poin kebijakan seharusnya bukan penaikan tarif dasar bawah bagi penumpang, namun faktor-faktor keselamatan penerbangan.

Faktor-faktor keamanan tidak bisa diabaikan. Semua penerbangan memiliki standar khusus untuk keselamatan penumpang. Tidak ada satupun maskapai penerbangan yang rela jika nama baik mereka tercoreng dengan banyaknya kecelakaan. Selain menurunkan reputasi, tentu akan merugikan bagi maskapai. Setiap maskapai selalu mengeluarkan biaya untuk keamanan penerbangan sesuai dengan kebutuhan. Biaya ini semakin tahun semakin naik.

Kebijakan Reaktif

Kebijakan pembatasan tarif batas bawah oleh Kementerian Perhubungan tida masuk akal. Pihak maskapai dalam beberapa kesempatan menyampaikan bila untuk memberikan harga tiket murah kepada penumpang, mereka memiliki trik tersendiri sebagaimana telah dijelaskan di atas. Soal biaya perawatan alat dan keselamatan penerbangan, setiap saat mereka selalu siaga dan tidak mengurangi biaya tersebut untuk memberikan tiket murah kepada penumpang. Tiket murah maskapai LCC tidak ada hubungannya dengan tingkat keamanan pesawat yang rendah. Kebijakan yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah mengevaluasi ulang standar keamanan penerbangan dan memperbaiki infrastruktur pendukungya.

Pertama, sertifikasi flight operations officer (FOO) atau dispatcher harus benar-benar diterapkan oleh Angkasa Pura sebab mereka yang mengatur kelayakan pesawat hingga boleh terbang.

Kedua, perbaikan fasilitas keselamatan bandara. Pemutakhiran radar Air Traffic Control (ATC) dan fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) harus dilakukan.

Ketiga, reformasi birokrasi di Kementerian Perhubungan. Sudah menjadi rahasia umum bila koordinasi lintas eselon satu di kementerian masih lemah. Bagaimana penyederhanaan izin rute yang harus lintas stakeholder Kementerian Perhubungan – Angkasa Pura, Kementerian Perhubungan – Kementerian BUMN, Angkasa Pura – Otoritas Bandara, dan sejenisnya. Jangan sampai kejadian Air Asia yang diakui telah mendapatkan izin dari Angkasa Pura untuk rute penerbangan Surabaya – Singapura diklaim bahwa Kementerian Perhubungan tidak mengetahuinya. Perlu dibenahi juga masalah integritas pejabat di lingkungan kementerian perhubungan dan otoritas penerbangan, sehingga tidak ada lagi permainan suap menyuap dan korupsi dalam penyelenggaraan transportasi udara.

Keempat, penguatan regulasi keamanan penerbangan. Kecelakaan pada penerbangan sebenarnya tidak sering terjadi. Hanya saja, sekali terjadi selalu menelan korban yang sangat banyak. Regulasi Pemerintah perlu diperkuat dan pengawasan terhadap implementasinya perlu diperketat, mulai dari proses perizinan, penerapan standard, sertifikasi personil, prosedur perawatan hingga teknis penerbangan.

Deslaknyo Wisnu Hanjagi
Deslaknyo Wisnu Hanjagi

Deslaknyo Wisnu Hanjagi menunjukkan kecintaannya terhadap bidang pertanian sejak kecil. Lahir dari keluarga petani, lulusan Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB ini semasa kuliahnya mengambil minor Agronomi dan Hortikultura. Karyanya telah diterbitkan dalam berbagai prosiding nasional maupun internasional. Dengan spesialisasi keilmuan di bidang pengembangan masyarakat, penyuluhan, kependudukan, sosiologi pedesaan, dan kajian agraria, Deslaknyo berharap dapat berkontribusi untuk memajukan pertanian Indonesia demi kedaulatan Bangsa.

3 Comments

  1. Pembahasan yang menarik…

  2. Better…gimana cara nulis di artikel MITI?

Leave a Reply