Ayo Sensor, Aplikasi Inovatif Penangkal Konten Porno dari IPB
Jun 23, 2016
Belajar dari Vampir, Apakah Minum Darah Aman bagi Tubuh?
Jun 23, 2016

Belakangan ini telah banyak pemerintah daerah di Indonesia yang menerapkan konsep ekonomi digital. Beberapa bentuk dan dampak penerapan ekonomi digital di Indonesia yang dirangkum dari laporan khusus Majalah Marketeers edisi Juni 2016 di bawah ini dapat menjadi masukan serta motivasi bagi pemerintah daerah lain, dan tentunya dapat memberikan inspirasi bagi para Pembaca Beranda Inovasi, Berikut ulasannya

 

1. Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan Sragen Mampu Menanggulangi Masalah Kemiskinan di Wilayah Kabupaten

Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen mengembangkan Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan yang didukung oleh teknologi informasi dan komunikasi. Untuk menanggulangi kemiskinan, Sragen menerapkan single data base yang terintegrasi antara kabupaten, kecamatan, hingga desa. Penerapan digital ekonomi di kabupaten Sragen telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemerintahan serta membantu pemerintah daerah menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Itulah sebabnya layanan publik berbasis teknologi di Sragen mendapatkan penghargaan dari United Nation Public Services Award (UNPSA) pada tahun 2015.

 

2. banyuwangi-mall.com Menunjang Perkembangan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah di Banyuwangi

Di Provinsi Jawa Timur, Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang giat melakukan penerapan ekonomi digital. Perkembangan e-commerce yang pesat di negeri ini menggerakkan pemerintah kabupaten untuk membuat sebuah marketplace untuk Usaha Kecil, Mikro dan Menengah di daerahnya dengan domain banyuwangi-mall.com. Perkembangan Usaha Kecil, Mikro dan Menengah di Banyuwangi juga ditunjang dengan upaya pemerintah menggiatkan sektor pariwisata. Promosi pariwisata juga dilakukan pemerintah daerah secara digital, baik melalui situs pemerintahan maupun media sosial. Kemajuan sektor pariwisata dipercaya oleh pemerintah Banyuwangi dapat membawa dampak yang baik bagi pengembangan Usaha Kecil, Mikro dan Menengah.

 

3. Teknologi Informasi dan Komunikasi Mempermudah Pelayanan Publik di Sleman

Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan bahwa semua sektor pelayanan di wilayahnya telah menggunakan teknologi digital. Sebagai dampaknya, transparansi, kecepatan pelayanan, serta efisiensi pelayanan kepada publik telah dapat diwujudkan di kabupaten tersebut. Pertumbuhan ekonomi Sleman cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tahun 2015, perekonomian wilayah Sleman tumbuh sebesar 5,28% di saat pada tingkat nasional perekonomian tumbuh sekitar 5,04%. Selain untuk melaksanakan pelayanan publik, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di kabupaten Sleman juga dilakukan untuk mengembangkan Usaha Keci, Mikro dan Menengah serta menunjang sektor pariwisata.

 

4. Teknologi Informasi dan Komunikasi Membantu Terciptanya Bandung Smart City

Kota Bandung menjalankan pembangunan wilayahnya dengan berdasarkan konsep smart city. Pada dasarnya, konsep smart city yang diusung meliputi empat bidang: layanan publik, kinerja aparatur negara, interaksi warga, dan keterbukaan data. Saat ini di Kota Bandung telah terdapat 5000 titik akses gratis wi-fi. Pengelolaan kota terintegrasi melalui Bandung Smart City Command Center. Inovasi teknologi digunakan untuk mengurai masalah seperti adanya aplikasi qsmart untuk mengurai antrian layanan, pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan secara online, Kredit Melati secara online untuk melawan rentenir, pembuatan akte kelahiran online, dan sebagainya. Hingga saat ini, Bandung memiliki 300 aplikasi untuk mendukung smart city.

 

5. Aplikasi Online Memudahkan Warga Bogor untuk Mendapatkan Informasi dan Menggiatkan Iklim Investasi

Pemerintah kota Bogor meyakini bahwa perangkat teknologi dapat memberi solusi untuk masalah perekonomian. Salah satu masalah di kota Bogor adalah kemacetan, dan berkat adanya teknologi informasi dan komunikasi, titik-titik kemacetan dapat diketahui sehingga mempermudah pemerintah untuk merumuskan solusinya. Pemerintah kota Bogor tengah mengupayakan digitalisasi dengan menghubungkan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi pemerintahan kota lainnya untuk saling terhubung melalui internet. Terdapat aplikasi EKSOTIK, yang merupakan akronim dari Ekonomi Sosial Teknologi yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Data entry pada aplikassi tersebut dilakukan sendiri oleh para SKPD terkait. Data-data seperti harga kebutuhan pokok dapat diakses melalui aplikasi tersebut. Pemerintah kota Bogor juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mempermudah birokrasi. Dengan begitu, iklim investasi dapat terus berkembang di kota ini.

 

6. Penyampaian Aspirasi Warga Kota Tangerang Tersalurkan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kota Tangerang merupakan pusat industri, dimana ribuan pabrik berdiri dan menopang perekonomian kota. Meski demikian, pemerintah Kota Tangerang berupaya agar kotanya tetap layak huni. Selain mengembangkan taraf hidup dengan melakukan perbaikan infrastruktur dan kawasan lingkungan, Tangerang juga membuka layanan call center dengan naman Laksa (Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda). Layanan ini dianggap efektif oleh pemerintah Kota Tangerang dalam menampung aspirasi masyarakat.

Bentuk-bentuk penerapan ekonomi digital, baik melalui layanan publik secara online hingga aplikasi-aplikasi online yang dirancang untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di daerah-daerah tersebut menciptakan dampak yang positif terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dampak penerapan ekonomi digital terhadap pembangunan di daerah-daerah tersebut tidak hanya dalam bentuk meningkatnya pemasukan daerah tetapi juga dalam menjaga kepuasan masyarakat.

Pengentasan kemiskinan; perkembangan Usaha Kecil, Mikro dan Menengah; serta menggiatnya iklim investasi mungkin berpengaruh secara langsung terhadap perekonomian. Namun kepuasan masyarakat karena kemudahan yang didapat dalam pelayanan publik serta penyampaian aspirasi merupakan dampak pembangunan yang takarannya tidak terhitung secara nominal.

Strategi-strategi inovatif pemerintah daerah yang berwawasan digital di atas telah terbukti menghasilkan dampak yang sangat positif terhadap pembangunan daerah di Indonesia, tidak hanya secara angka pertumbuhan ekonomi daerah (pembangunan ekonomi) tetapi juga dalam hal pembangunan manusianya.

 

Referensi:

Sigit Kurniawan (ed.), “ Berlomba Mengejar Teknologi”, Buletin Prima (Suplemen dari Majalah Markeeters), MarkPlus Center for Public Services, edisi Juni 2016.

Ulya Amaliya
Ulya Amaliya
After studying International Relations in Gadjah Mada University, she dedicated herself as NGO's officer of Social Research and Data Analysis in Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply