Desain Rumah Susun Mahasiswa UNS Menangkan Kontes Inovasi Rumah Susun Nasional
Jun 27, 2016
Pavlok: Gelang Kejut Anti Boros
Jun 28, 2016

5 Mahasiswa Unair Ciptakan Lapisan Telinga Tiruan

Ilustrasi Telinga

Ilustrasi Telinga via peipeicheang.co.uk

Apa jadinya jika organ pendengaran kita tidak berfungsi dengan baik? Sebagai salah satu dari 5 panca indera utama, masalah pada pendengaran akan menjadi sesuatu hal yang fatal bagi manusia mengingat perannya yang sangat penting. Kerusakan organ pendengaran akan menyebabkan manusia menghadapi masalah komunikasi dalam kegiatan sehari-hari.

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukan bahwa pada tahun 2000 terdapat 250 juta penduduk dunia yang menderita gangguan pendengaran dan ketulian. Kurang dari setengah jumlah tersebut terdapat di Asia Tenggara dimana 4,6% di antaranya berasal dari Indonesia.

Salah satu masalah yang sering terjadi pada gangguan pendengaran adalah rusaknya Membran Timpani (lapisan telinga) yang berfungsi sebagai penyalur getaran suara. Jika membran tersebut rusak, maka suara tidak akan didengar maksimal oleh manusia. Berdasarkan data dan fakta tersebut, lima mahasiswa Teknobiomedik Universitas Airlangga berinisiatif membuat membran timpani artificial atau lapisan telinga tiruan.

Proses penciptaan lapisan telinga tiruan ini diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tim yang beranggotakan Ditya Hanif Kharisma, Brillyana Githanadi , Rara Setya Angtika, Tarikh Omar, Adita Wardani Rahmania, serta Dr. Prihartini Widiyanti,. Drg,. Mkes, selaku pembimbing kelompok ini menambahkan gliserol pada perpaduan komposit kolagen-kitosan sebagai paduan lapisan telinga tiruan. Penggunaan bahan alami disebabkan biokompabilitas dan sifat bahan yang lebih baik.

Rara sebagai ketua kelompok mengatakan kolagen merupakan struktur paling penting pada lapisan bagian dalam membran timpani untuk membantu regenerasi jaringan dan sel-sel.  Lapisan telinga tiruan ini juga telah melalui beragam uji coba seperti uji kerapatan membran, uji FTIR untuk menentukan kualitas sampel, uji modulus elastisitas, uji MTT Assay, uji anti bakteri, serta uji koefisien serap suara.

Sampel lapisan telinga tiruan ini telah lolos uji coba dalam memenuhi standar fisik dan mekanik dari gendang telinga. Uji koefisien juga menunjukan bahwa lapisan telinga tiruan ini dapat menyerap suara seperti pada range frekuensi yang dapat didengar manusia yaitu hingga 80 dB.

Rara juga menyampaikan harapan bahwa semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan penciptaan lapisan telinga tiruan di bidang medis masa mendatang. (NMY/Unairnews)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf

Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply