Artikel Energi MITI Menuju Industri BBN " Menggairahkan"
Menuju Industri BBN Bergairah
Nov 13, 2015
BerandaMITI Opini Energi
Larangan Ekspor Mineral Mentah? Untung atau Rugi?
Nov 26, 2015

5 Kekayaan Bahan Tambang Indonesia yang Mengglobal

BerandaMITI Artikel Energi 5 kekayaan Bahan Tambang Indonesia yang Mengglobal

Peta Persebaran Mineral Ekonomis di Indonesia

BerandaMITI Artikel Energi 5 kekayaan Bahan Tambang Indonesia yang Mengglobal

Peta Persebaran Mineral Ekonomis di Indonesia

Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengamanatkan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat. Amanat UUD 1945 ini merupakan landasan pembangunan pertambangan dan energi untuk memanfaatkan potensi kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki secara optimal dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Ada dua parameter yang memungkinkan Indonesia dapat berkembang menjadi negara dengan tingkat ekonomi yang besar. Pertama, Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan mineral terlengkap di dunia termasuk mineral penting didalamnya. Kedua, Indonesia memiliki sumber energi yang relatif besar dan beragam jenisnya mulai dari minyak bumi, gas, batubara dan sumber-sumber energi terbaharukan lainnya. Namun pada kenyataan semua akan terasa sangat sulit ketika berbagai pihak yang berkepentingan tidak saling mendukung. Berikut merupakan 5 mineral tambang Indonesia yang bersaing di dunia :

  1. EMAS

emas

Mungkin sebagian masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan dimana tambang emas terbesar di Indonesia bahkan dunia. Iya Papua tempatnya.

Melakukan eksploitasi semenjak 50 tahun yang lalu, keberadaan tambang Grasberg di Papua menunjukkan bahwa Indonesia memiliki segalanya tentang tambang. Dieksploitasi dari sebuah gunung tinggi yang kini menjadi sebuah lembah dalam diameter 2 km dengan menghasilkan sekitar 2.025.000 ons emas. Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai negara penghasil emas terbesar di dunia bersama dengan Muruntau Gold Mine di Uzbekistan dengan 1,8 juta ons emas tahun 2011. Tambang Grasberg mayoritas dimiliki oleh perusahaan asal Amerika Serikat Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Baru-baru ini terdapat banyak kasus mengenai perpanjangan kontrak tambang ini yang akan berakhir pada tahun 2021.

Sudah selayaknya Negara ini memegang posisi penting dalam hal produksi dan perdagangan sumber-sumber mineral di dunia. Dengan demikian situasi ekonomi dan politik Indonesia diharapkan akan dapat menentukan peta pertarungan ekonomi pada persaingan global.

2. TEMBAGA

tembaga

Dalam situs resmi pemerintah Australia menyebutkan bahwa Indonesia merupakan kelompok negara produsen tembaga terbesar di dunia. Masuk dalam 10 besar negara penghasil tembaga terbesar dunia bersama dengan Chili, Australia, Peru, Mexico, Amerika Serikat dan Indonesia pada posisi ke-6 dimana menghasilkan 950.000 ton pada tahun 2009. Salah satu penyumbang terbesar adalah cadangan tembaga di Eastberg, Papua. Potensi ini tentunya membawa Indonesia menjadi negara penghasil tembaga yang layak diperhitungkan di industri global.

3. PERAK

perak

Sementara dalam hal produksi perak, Indonesia masuk dalam 20 besar negara produsen perak terbesar di dunia. Dalam lima besar terdapat Mexico, Peru, China, Australia dan Chili. Indonesia sendiri berada dalam urutan ke 17. Salah satu faktor yang menyebabkan Indonesia berada di urutan 17, dikarenakan Indonesia mengekspor dalam bentuk bahan mentah sumber daya emas dan tembaganya sebelum diberlakukan larangan ekspor baham mineral mentah. Hal ini tentunya berdampak pada perhitungan potensi perak yang termasuk berada di dalam sumber daya emas dan tembaga tersebut. Oleh karena itulah perhitungan tidak diketahui dengan jelas seberapa besar hasil peraknya.

4. BAUKSIT

bauksit

Pada tahun 2008 berada pada urutan ke lima dalam hal perusahaan tambang bauksit terbesar di dunia membuat Indonesia terus melakukan eksplorasi dalam penemuan cadangan baru yang ekonomis. Urutan pertama negara penghasil bauksit adalah Australia, diikuti oleh Brasil, China dan India.

5. NIKEL

nikel

Dalam hal produksi nikel, Indonesia merupakan produsen terbesar setelah Rusia. Negara produsen nikel terbesar di dunia adalah Rusia, Indonesia, Philipina, Kanada, Australia, New Caledonia, China, Cuba, Colombia. Meskipun merupakan produsen nikel terbesar, Indonesia tidak termasuk kategori negara terbesar yang menghasilkan nikel olahan dikarenakan lebih untuk diekspor dari pada diolah secara langsung. Dengan peraturan larangan ekspor bahan mentah secara bertahap akan membuat Indonesia menjadi negara penghasil olahan nikel terbesar bersama dengan Rusia.

Jika mengamati seluruh kegiatan eksploitasi tambang di Indonesia dapat disimpulkan bahwa negara ini memiliki kekayaan alam terlengkap yang diperlukan bagi pengembangan industri tambang dan mineral. Masih banyak lagi terdapat potensi mineral pengikut yang ekonomis untuk diolah diantaranya biji besi, mangan, dan lain sebagainya. Meskipun kegitan ekplotasi tambang telah berlangsung sejak jaman kolonial, namun hingga saat ini negara belum dapat membangun industrinya menjadi negara superpower dibidang tambang.

Referensi :

Gocht, WR., Zantop,H., Eggert, RG., 1988, International Mineral Economic,  Exploration, Mine Valuation, Mineral Markets, International Mineral Policies, Springer Verlag Berlin Heidelberg.

2 Comments

  1. Informasi yg menarik. Skrg sy tahu lebih banyak tentang kondisi SDA indonesia

Leave a Reply