Alat ini Memungkinkan Kita Berbicara dengan Kunang-Kunang
Jun 24, 2016
Membanggakan! Ilmuwan Indonesia Masuk dalam Nominasi Nobel 2016
Jun 25, 2016

25 Tahun, Usia Ketika Kita Mulai Kehilangan Teman

Pertemanan Dibangun Ketika Usia Muda via The Huffington Post

Pertemanan Dibangun Ketika Usia Muda via The Huffington Post

Pertemanan Dibangun Ketika Usia Muda via The Huffington Post

Manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial. Dalam aktivitas kesehariannya, manusia tidak bisa bekerja sendiri. Selalu membutuhkan manusia lainnya sebagai teman, baik untuk berinteraksi kala senggang, maupun untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berat. Namun tahu kah kamu? baru baru ini Aalto University School of Science di Finlandia dan Oxford University mempublikasikan hasil temuannya yang mengagetkan. Manusia akan mulai kehilangan teman di usia 25 tahun!

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Departemen Psikologi Eksperimental ini menyimpulkan bahwa usia 25 tahun merupakan usia puncak. Setelah itu, seiring bertambahnya usia. Kita akan mengalami penurunan jejaring pertemanan.

Studi dilakukan sejak tahun 2007 dengan melibatkan riwayat telepon dari 3,2 juta orang di salah satu operator seluler di eropa. Hasil studi mencatat bahwa pada usia 25 tahun, rata-rata pria menelepon 19 orang setiap bulannya, sementara itu wanita 17,5 orang. Namun ternyata terjadi penurunan pada usia 39 tahun. Rata-rata pria berhubungan via telepon kepada 12 orang dan wanita 15 orang setiap bulannya.

Para peneliti mengatakan bahwa perilaku manusia sangat berkaitan dengan usia dan jenis kelaminnya. Saat muda, manusia cenderung lebih banyak membuat jejaring pertemanan dibanding yang lebih tua, dan pada situasi ini, pria lebih banyak membangun pertemanan dibanding wanita.

Akan tetapi pada usia 30-an, justru penurunan pada peningkatan jejaring pertemanan lebih masif terjadi pada pria, bukan wanita. Peneliti juga mengatakan bahwa tingginya angka pertemanan sebelum usia 25 tahun disebabkan oleh eksplorasi kesempatan dan penambahan jejaring yang dilakukan oleh wanita maupun pria sebelum memutuskan untuk hidup bersama sepanjang hidup dengan orang-orang tertentu saja.

Penelitian juga menyatakan bahwa berinteraksi dengan sejumlah besar orang dalam waktu yang lama membutuhkan sumberdaya dan waktu yang banyak. Sedangkan menjaga hubungan untuk sekelompok kecil teman atau dengan pasangan hidup saja dapat membantu menghilangkan kecemasan dan membuat pikiran kita tetap positif dalam memandang hidup.

Studi kesehatan yang dikutip dalam health.com juga menunjukan bahwa berinteraksi dengan sahabat, teman, atau pasangan hidup dalam lingkup yang lebih kecil akan lebih baik untuk kesejahteraan pribadi kita. Bisa jadi faktor alamiah itulah yang menyebabkan manusia tidak terlalu banyak menjalin pertemanan setelah usia 25 atau memasuki usia 30-an.

Tapi jangan cemas terus kehilangan teman, penelitian dari Aalto tersebut juga menyimpulkan bahwa pada usia 80 tahun, jejaring pertemanan kita akan cenderung stabil dengan 6 untuk pria dan 8 untuk wanita. (NMY/The Huffington Post)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply